Analisiskeistimewaan Rasm ini bertujuan untuk mengkaji dengan lebih mendalam pentafsiran dalam kerangka mencungkil I'jaz al-Quran dari aspek penulisan Rasm Uthmani dengan mengaplikasikan ilmu Rasm Uthmani melalui enam kaedah utama. 4.1.1 Kaedah al-Hadhf Perkataan "ูููุงูููู / ูุงุงููููู": Perkataan "ููุงูููู
Lazimnnyasetiap awal pembahasan suatu disiplin ilmu, para pengkaji harus mengetahui secara umum dasar pijakannya. Dasar-dasar tersebut oleh para ulama sering disebut dengan mabรขdi๊ สปasyrah.Al-Shabbรขn (w. 1206 H/1791 M) dalam Hรขsyiyah สปalรข Syarh al-Sullam li al-Malawรฎ menghimpun sepuluh pokok dasar pijakan ilmu Rasm Utsmani dalam sebuah gubahan syairnya;
Rasmal-Qur'an berarti bentuk tulisan al-Qur'an. Para ulama lebih cenderung menamainya dengan istilah rasmul Mushaf. Ada pula yang menyebut rasm al-Qur'an dengan rasm 'Usmany dikarenakan istilah ini lahir bersamaan dengan lahirnya mushaf 'Utsman, yaitu mushaf yang ditulis oleh panitia empatyang terdiri dari Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Sa'id bin al-'Ash, dan Abdurrahman
Kaidahkaidah itu meliputi: 1. menggunakan waktu lampau; 2. menggunakan pertanyaan retorik; 3. menggunakan konjungsi atau kata sambung; 4. menggunakan kata kerja; 5. menggunakan kalimat perintah. 6. Dialog (percakapan) berikut ini adalah penjelasan mengenai enam kaidah kebahasaan teks anekdot dan contohnya yang tepat.
Kaidah al hazf ini secara garis besar terbagi tiga yaitu: hazf isyฤrah, hazf ikhtishฤr, dan hazf iqtishฤr. Dari ketiga model ini terlihat ada beberapa huruf yang dibuang yaitu alif, waw, yฤ`,
gtwv. Kaidah Rasm Utsmani Khath Utsmani Rasmul Qur'anRasm bisa diartikan atsar bekas, khat tulisan atau metode penulisan. Rasm Utsmani atau disebut juga Rasmul Qurโan adalah tata cara penulisan Al-Qurโan yang ditetapkan pada masa khlalifah Utsman bin Affan. Istilah Rasmul Qurโan diartikan sebagai pola penulisan al-Qurโan yang digunakan Ustman bin Affan dan sahabat-sahabatnya ketika menulis dan membukukan Al-Qurโan. Yaitu mushaf yang ditulis oleh panitia empat yang terdiri dari Mus bin zubair, Said bin Al-Ash, dan Abdurrahman bin Al-harits. Mushaf Utsman ditulis dengan kaidah tertentu. Menulis Kaligrafi Al-Qur'an Kaidah rasm utsmani ada 6 1. Hadzf ุงููุญูุฐูู Hadzf artinya membuang. Nah dalam penulisan Al-Qurโan ada beberapa huruf yang dibuang. Huruf yang dibuang diantaranya alif, wau, yaโ, lam dan nun. Contoh wau yang dibuang ุงูููุบูุงููู ุงูููุบูุงูููููู Contoh yaโ yang dibuang ูููููู ุฏููููู ุฏููููููู Contoh lam yang dibuang ููุงููููููู ููุงูููููููู Contoh nun yang dibuang ููู
ู ูููู ูููููู 2. Ziyadah ุงูุฒููููุงุฏูุฉ Ziyadah artinya menambah. Maksudnya dalam kaidah imlai huruf-huruf tersebut tidak ada, namun dalam penulisan di Al-Qurโan dimunculkan walaupun tidak memengaruhi bacaan. Huruf yang ditambahkan diantaranya alif, wau, yaโ dan Haโ. Contoh penambahan alif ุฃููู ููุฃูุงุฐูุจูุญูููููู ููุฃูุฐูุจูุญูููููู Contoh penambahan wau ุณูุฃููุฑูููููู
ู ุณูุฃูุฑูููููู
ู Contoh penambahan yaโ ุจูุฃููููุฏู ุจูุฃูููุฏู Contoh penambahan Ha ู
ูุง ูููููู ูููู 3. Badal ุงูุจูุฏูู Badal artinya mengganti. Adapun dalam rasm utsmani, badal adalah mengganti huruf dengan huruf yang lain. Mengganti alif dengan wau ุงูุตูููููุฉู ุงูุตููููุงุฉูุ ููู
ูุดููููุฉู ููู
ูุดูููุงุฉู Mengganti alif dengan yaโ ุงูุถููุญูู ุงูุถููุญูุงุ ูุฃูุณูููู ูุฃูุณูููุง Mengganti taโ marbuthah dengan taโ maftuhah ุฑูุญูู
ูุชู ุฑูุญูู
ูุฉูุ ุงู
ูุฑูุงูุชู ุงู
ูุฑูุงูุฉู Mengganti nun dengan alif ููููุณูููุนูุง ููููุณูููุนููู 4. Hamzah ุงููููู
ูุฒูุฉ Hamzah ditulis dalam bentuk alif, yaโ, wau, atau seperti kepala ain. > Hamzah di awal kata ditulis dalam bentuk alif. Contoh ุฃูููุนูู
ูุชูุ ุงูููุงูููููุงุฑูุ ุงูุจููู > Hamzah di tengah kata ditulis menyesuaikan dengan harakat pada hamzah dan huruf sebelumnya. Urutan harakat terkuat antara hamzah dan huruf sebelumnya adalah kasrah, dhammah, fathah dan sukun. Ditulis dalam bentuk alif apabila mengacu pada harakat fathah; ditulis dalam bentuk yaโ apabila mengacu pada harakat kasrah; ditulis dalam bentuk wau apabila mengacu pada harakat dhammah. Contoh penulisan hamzah di tengah ุณูุฃูููุ ุณูุฆูููุ ุณูุคูุงูู > Adapula hamzah yang ditulis mufradah atau seperti kepala ain apabila berada diakhir kata dan sebelumnya adalah huruf sukun. Contoh ู
ูููุกูุ ู
ูุงุกูุ ุณูููุกูุ ุดูููุกู Tapi ada penulisan hamzah di Al-Qurโan ada keluar dari ketentuan di atas diantaranya Al-Maโarij 13 ููููุตููููุชููู ุงูููุชูู ุชูุฆููููููู ุชูุคููููููู Al-Isra 60 .... ููู
ูุง ุฌูุนูููููุง ุงูุฑููุกูููุง ุงูููุชูู ุฃูุฑูููููุงูู ุฅููุงูู ููุชูููุฉู ูููููููุงุณู ... ุงูุฑููุคูููุง Seharusnya pada Al-Maโarij 13 dan Al-Isra 60 hamzahnya ditulis dengan bentuk wau. 5. Fashal dan Washal ุงููููุตููู ููุงููููุตูู Yang dimaksud fashal atau washal adalah pemisahan atau penggabungan dalam penulisan. Istilah lainnya adalah maqthuโ dan maushul namun maksudnya sama. Dalam Al-Qurโan, ada dua kata yang ditulis bersambung, namun kadang pula ditulis terpisah. Contoh ุฃููู ูููุง โ ุฃููููุง ุฅููู ููู
ู โ ุฅููููู
ู ุฃููู ูููู โ ุฃูููููู ุฅููู ู
ููุง โ ุฅูู
ููุง ุนููู ู
ููุง โ ุนูู
ููุง ู
ููู ู
ููุง โ ู
ูู
ููุง ุฃูู
ู ู
ูููู โ ุฃูู
ูููู ูููู ู
ูุง โ ููููู
ูุง ูููู ู
ูุง โ ููููู
ูุง ููููู
ู ููู
ู - ููููู
ูููู
ู 6. Kata yang terdapat dua qiraat dan ditulis salah satunya. Apabila ada kata yang dibaca berbeda oleh para ahli qiraat, maka penulisannya hanya satu saja diambil dari yang paling banyak menggunakan. Contoh ู
ููููู ููููู
ู ุงูุฏููููู Kata ู
ููููู pada mimnya tidak terdapat alif walaupun dibaca panjang dalam riwayat Imam Hafsh karena kebanyak qiraat membacanya dengan pendek. ุงูุฏูููุง ุงูุตููุฑูุงุทู ุงููู
ูุณุชููููู
ู Kata ุงูุตููุฑูุงุทู ditulis dengan shad walaupun dalam qiraat lain ada yang membacanya dengan sin. ... ููุงููููู ููููุจูุถู ููููุจูุตูุทู ููุฅููููููู ุชูุฑูุฌูุนูููู Pada Al-Baqarah 235, kata ููุจูุตูุทู ditulis dengan shad walaupun dalam riwayat Imam Hafsh dibaca dengan sin. Hal ini karena kebanyakan qiraat membacanya dengan shad. Artikel keren lainnya
Rasm yang terletak dalam Mushaf Utsmani merupakan salah satu rahasia dalam penulisan mushaf Al-Qurโan, terkait beberapa kalimat dalam Al-Qurโan. Para sahabat menulis Mushaf Utsmani dengan model khusus yang berbeda dari kaidah penulisan imla, yang meliputi kaidah penghapusan hadzf, penambahan ziyadah, penulisan ha hamz, penggantian badal, penyambungan Washl, pemisahan Fasl. Masih tentang Rasm ini, ada baiknya Anda merujuk kembali artikel tentang hubungan rasm dengan Qiraat serta contohnya dalam mengenai Rasm Utsmani tidak akan pernah terlepas dari Mushaf Utsmani itu sendiri. Mushaf Utsmani ditulis pada era Utsman bin Affan sebagai kodifikasi Al-Qurโan yang ketiga, melihat banyaknya umat Islam kala itu yang saling menyalahkan bacaan antara satu dengan yang lainnya. Tidak hanya itu, sebagian orang bahkan mengkafirkan sebagian yang lain akibat perbedaan bacaan dan sedikitnya pengetahuan umat tentang bacaan Al-Qurโan yang diturunkan dengan lahjah yang lain. Oleh karena itu, Utsman bin Affan meminta Zaid bin Tsabit untuk menuliskan kembali Al-Qurโan dengan satu lahjah, yaitu lahjah Quraisy. Setelah proses pentashihan yang panjang hingga dibentuk tim kodifikasi Al-Qurโan, mushaf yang dituliskan oleh Zaid disebar ke berbagai kota. Mushaf ini kemudian disebut sebagai mushaf Utsmani hingga sekarang karena penulisannya dilakukan pada era Utsman bin Affan atas Al-Qurโan yang disebarkan menggunakan satu lahjah yang telah disepakati, penulisan yang digunakan pada tiap mushaf yang disebarkan pun menggunakan satu model Rasm, yang selanjutnya disebut dengan Rasm Mushaf Utsmani, agar umat Islam dapat membaca Al-Qurโan melalui satu bentuk tulisan. Karena, perbedaan qiraat akan menyebabkan perbedaan rasm yang ditulis. Oleh karena itu, Utsman bin Affan mengirimkan imam kepada masing-masing kota untuk mengajarkan tentang cara pembacaan mushaf Utsmani dengan rasmnya. Untuk itulah, penulisan Al-Qurโan pada masa setelahnya wajib mengikuti Rasm ini dilakukan melihat perbedaan tulisan dan rasm pada beberapa mushaf sebelum masa kodifikasi Utsman. Diantaranya penulisan ูุฆู ุฃูุฌุงูุง dalam surah Al-Anโam yang ditulis menggunakan alif pada mushaf Kufi, sedangkan pada mushaf lainnya menggunakan huruf ta setelah ya ุฃูุฌูุชูุง. Perbedaan yang lain ditemukan dalam ayat ูุงููุง ุฃุดุฏูู
ู
ููู
ููุฉ pada beberapa mushaf, sedangkan dalam mushaf Syami ditulis dengan menggunakan kaf ู
ููู
. Dan beberapa kalimat lain seperti menghilangkan alif pada kaidah yang semestinya, mengganti ya dengan alif dan perbedaan pendapan mengenai rasm Utsmani, sebagian mengatakan itu merupakan bentuk ijtihat sahabat. Pendapat yang lain mengatakan bahwa pada masa Rasulullah SAW, Rasulullah SAW sendiri yang mendiktekan Zaid bin Rsabit dalam penulisan Al-Qurโan melalui talqin dari Jibril alaihi salam. Seperti penulisan wakhsyaunii dalam surah Al-Maidah ditulis dengan huruf yaโ sedangkan dalam surah Al-Maidah dengan menghapusnya ya pada dua tempat di dalamnya. Sedangkan dalam riwayat lain mengatakan bahwa penulisan rasm Utsmani sesuai talaqi dengan Rasulullah pada masa kodifikasi awal, bukan bentukan baru yang dibuat sahabat terkait hukumnya, tidak ada perbedaan pendapat antara para ulama Semuanya sepakat bahwa penulisan ayat A-Qurโan wajib mengikuti rasm mushaf Utsmani, khususnya bagi mereka yang awan terhadap qiraat yang berbeda dalam Al-Qurโan. Dalam hal ini, Baihaqi mengatakan bahwa siapa saja yang ingin menulis mushaf, maka ia harus mengikuti penulisan yang tertulis di dalamnya, dalam hal ini berarti rasm mushaf Utsmani. Sedangkan untuk anak kecil yang sedang belajar Al-Qurโan, sebagian ulama memperbolehkan untuk tidak mengikuti rasm Utsmani agar mempermudah dalam Thahir menuliskan dalam bukunya Tarikhul Qurโan wa Gharaib Rasmihi tentang tiga kelebihan dalam pemakaian rasm Utsmani. Pertama, membantu umat khususnya era modern dalam tata cara penulisan mushaf. Kedua, menghindari keraguaan dalam penulisan dalam lahjah yang berbeda seperti yang dituliskan sebelumnya. Ketiga, untuk mengetahui makna yang harus dipotong atau disambung dalam beberapa kalimat Al-Qurโ satu bentuk rasm utsmani dapat dilihat dari penulisan basmalah yang menghilangkan 3 alif di dalamnya. Pertama, alif dalam penulisan ุจุณู
kedua alif dalam penulisan ุงููู ketiga alif dalam penulisan ุงูุฑุญู
ู, dengan bacaan sesuai dengan kaidah mad dalam pekaidah penulisan yang kita tahu, yaitu ุจุงุณู
ุงููุงู ุงูุฑุญู
ุงู lainnya dapat dilihat dari kalimat ุงูู
ูุฆูุฉ, ุงูุฅูุณู, ุงูุดูุทู, ุงูุตุฑุท, ุงูุนูู
ูู dengan menghilangkan alif dan digantikan dengan tanda mad disetiap huruf yang dibaca rasm Utsmani juga ditemukan beberapa bentuk penulisan asing, sepertiRasm pada kalimatุฃูุฅูู ู
ุงุช ditulis dengan penambahan huruf ya sebelum nunRasm pada kalimat ูุงูุณู
ุงุก ุจููููุง ุจุฃููุฏ dan kalimat ุจุฃูููู
ditulis dengan dua huruf ya pada dua kata yang pada kalimat ุณุฃูุฑููู
ุฏุงุฑ ุงูููููู ditulis dengan menambahkan huruf wawu setelah alifRasm pada kalimat ูุฌุงูุก ููู
ุฆุฐ ุจุฌููู
dengan menambahkan hurud alif setelah jim. Dan masih terdapat beberapa penulisan asing dalam rasm Utsmani. Untuk itu, Muhammad Thahir dalam bukunya secara khusus menjelaskan secara terperinci mengenai ayat-ayat yang tertulis menggunakan rasm Utsmani merupakan rasm khusus yang digunakan dalam penulisan ayat Al-Qurโan atau mushaf, sedangkan dalam penulisan harian tidak dipergunakan karena bentuk penulisannya yang berbeda dari kaidah imla. Kecuali pada beberapa kalimat dan kata yang sering digunakan dalam keseharian. Seperti kalimat ุจุณู
ุงููู ุงูุฑุญู
ู ุงูุฑุญูู
, ูุง ุฅูู ุฅูุง ุงููู, ุงููู, ุฐูู, ูุฃูุชู
, ูุคูุงุก dan lainnya, menggantikan tulisan dalam kaidah imla, seperti ุจุงุณู
ุงููุงู ุงูุฑุญู
ุงู ุงูุฑุญูู
, ูุง ุฅูุงู ุฅูุง ุงููุงู, ุงููุงู, ูุงุฐุง, ุฐุงูู, ูุง ุฃูุชู
, ูุง ุฃูุงุก.Melihat penulisan mushaf yang ditulis dengan rasm Utsmani berbeda dengan penulisan kaidah imla, maka dianjurkan bagi para penulis Al-Qurโan untuk memperhatikan rasm Utsmani sebelum menuliskan ayat, untuk menghindari kesalahan dalam penulisan. Karena jika penulisan hanya mengandalkan hafalan semata, maka ditakutkan akan terdapat perbedaan dalam rasm yang Nindhya Ayomi. Sumber Muhammad Thahir ibn Abd al-Qadir al-Kurdi, Tarikh al-Qurโan wa Gharaibu Rasmihi wa Hukmuhu, Jeddah 1365 H.
kaidah kaidah rasm utsmani dan contohnya