Surau.co - Mbah Dalhar dilahir kan pada 10 Syawal 1286 H atau 10 Syawal 1798 - Je (12 Januari 1870 M) di Watucongol, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Lahir dalam lingkungan keluarga santri yang taat. Sang ayah yang bernama Abdurrahman bin Abdurrauf bin Hasan Tuqo adalah cucu dari Kyai Abdurrauf.
Semasa kecil Mbah Dalhar, setelah ayahnya Abdurrahman melanjutkan kepemimpinan pesantren memindahkan pesantren ke wilayah Watucongol. Karenanya, sejak kecil Mbah Dalhar telah diarahkan oleh sang ayah dekat dengan kehidupan keagamaan dan mencintai ilmu-ilmu agama.Hingga masa remaja dan dewasanya, Mbah Dalhar yang lahir pada Rabu, 12 Januari 1870
Hasyim Asy'ari. Pondok Pesantren Watucongol, Muntilan, Magelang, asuhan Kiai Dalhar dan juga pondok pesantren di daerah lainnya seperti; Pesantren Langitan, Tuban, Pesantren Sarang dan Lasem, Rembang. KH. Mahrus Aly mondok di Lirboyo tidak lama, hanya sekitar tiga tahun. Namun karena alimnya kemudian KH.
Oleh: Gus Zaki Abigeva. Tepat sehari sebelum peringatan 40 hari kewafatan Simbah Nyai Chudhori kami sowan sekaligus takziyah. Meski terhitung sangat telat, namun karena kedatangan kami bersamaan dengan tugas negara (mengawal ibu) maka semuanya seperti dapat dimaklumi mengingat kondisi ibu yang juga mulai udzur.
Dari Mbah Dalhar, ijazah kemursyidan itu turun kepada putranya KH. Ahmad Abdul Haqq (Mbah Mad Watucongol), Abuya Dimyathi (Cidahu, Pandeglang) dan Kiai Iskandar (Salatiga). Menurut catatan sanad Thoriqoh Syadziliyyah dari Syaikh Rasno Mohamad Arif Nujaba al Banyumasyi (Pengasuh Pesantren Suryamedar - Bandung & Pengurus JATMAN Kab.
Uvl4Lq.
putra putri mbah dalhar watucongol